Memperingati HUT PJI – 25 “Menjaga Harkat dan Martabat Profesi Untuk Memperkuat Konstitusional Institusi Kejaksaan”

Cimahi – Sambutan Jaksa Agung RI pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Jaksa Indonesia (HUT PJI) ke-25 yang di bacakan oleh Kepala Krejaksaan Negeri Cimahi. Harjo, SH selaku Pembina upacara HUT-PJI ke-25 yang berlangsung di Halaman depan Kejaksaan Negeri,Cimahi,Jumat (29/6) pagi dengan tema “Menjaga Harkat dan Martabat Profesi Untuk Memperkuat Konstitusional Institusi Kejaksaan”.

PJI sebagai sebuah organisasi profesi yang juga menjadi sebuah wadah tempat berhimpunnya para Jaksa, di samping guna memupuk jiwa korsa dengan semangat kebersamaan, kesatuan dan persatuan, memperkokoh kesetiakawanan dan meningkatkan integritas dan profesionalisme Jaksa ini tentunya juga sangat dibutuhkan untuk menopang pelaksanaan tugas sebagai penegak hukum maupun dalam kehidupan sehari-hari agar setiap insan Adhyaksa menyadari dirinya mampu menjadi tauladan dan dapat memberikan contoh yang baik bagi lingkungan dimanapun keberadaannya.

Pada pelaksanaan upacara juga turut dilakukkan pembacaan sejarah PJI yang sebelumnya bernama Persaja dan diganti menjadi PJI atas hasil Munaslub tanggal 25 Maret 2009. Selain itu upacara juga diisi dengan pembacaan Doktrin Kejaksaan Tri Krama Adhyaksa; Satya, Adhi dan Wicaksana.

Dalam Amanat Jaksa Agung yang dibacakan oleh Kejari Cimahi Harjo, SH pada peringatan Hari Ulang Tahun PJI Tahun 2018 ke-25 yang kali ini mengambil tema  “Menjaga Harkat dan Martabat Profesi Untuk Memperkuat Konstitusional Institusi Kejaksaan”. Adalah sebuah tema yang kontekstual, dan relevan mengingat kedudukan Kejaksaan dalam konstitusi yang masih perlu diperjelas posisi dan tempatnya dalam tatanan ketatanegaraan kita. Jaksa Agung menyampaikan bahwa, Kejaksaan yang seharusnya merupakan organ negara utama, main state’s organ selama ini menjadi seolah ditempatkan hanya sebagai lembaga yang dianggap tidak penting, yang tidak perlu dinyatakan dan diberi tempat serta kedudukan tersendiri. sementara itu lembaga-lembaga penunjang , auxiliary state organs yang fungsi sesungguhnya sebatas sebagai pelengkap organ utama negara, justru mendapat perhatian dan diatur secara jelas dalam konstitusi. berkenaan hal tersebut, saya ulang tegaskan disini agar hendaknya organisasi PJI mampu menjadi motor penggerak yang terus aktif menggulirkan semangat perjuangan terwujudnya ruang pengaturan peran, posisi dan kedudukan yang tegas, eksplisit dan jelas bagi Kejaksaan dalam susunan ketatanegaraan, sesuai harapan kita bersama.” Ujarnya.

DIRGAHAYU PERSATUAN JAKSA INDONESIA”

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Memperingati HUT PJI – 25 “Menjaga Harkat dan Martabat Profesi Untuk Memperkuat Konstitusional Institusi Kejaksaan”"